Keadaan Ekonomi Yang Membatasi Penggunaan Sumberdaya Alam

Seperti telah dikatakan bahwa faktor-faktor khusus dalam kebudayaan yang berbeda dari satu negara dengan negara lain dapat menghambat kemajuan perekonomian dalam arti penggunaan sumber alamnya. Di antara faktor-faktor khusus yang ada dalam masyarakat itu mungkin sekali terdapat keadaan perekonomian yang menyebabkan adanya perbedaan antara penggunaan yang optimum dan penggunaan yang sebenarnya daripada sumber-sumber itu. Dengan perkataan lain bahwa mungkin sekali keadaan ekonomi dapat menghambat penggunaan optimum dari sumber-sumber alam itu.

1. Tidak Tersedianya Faktor-Faktor Lain

Bahwa sumber-sumber alam bisa saja akan tetap berada di tempatnya ataupun tidak digunakan sepenuhnya karena tidak tersedianya faktor-faktor lain yang dibutuhkan untuk mengerjakan atau ada tetapi telah digunakan untuk halhal yang kurang produktif. Di Yunani misalnya air terjun untuk kekuatan hidrolektrik untuk menggali tambang-tambang belum dapat digunakan karena kekurangan kapital. Sumber-sumber alam di beberapa negara sedang berkembang juga belum banyak digunakan secara penuh sebab kurang baiknya organisasi dan distribusi ekonomi. Di Indonesia misalnya, sebenarnya hasil-hasil pertanian masih dapat dinaikkan dengan cara pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk dan cara penanaman yang benar, penggunaan pestisida dan perbaikan irigasi termasuk pengelolaan air irigasi.

2. Organisasi yang Kurang Baik

Kemajuan hanya sedikit dapat dicapai karena tidak mempunyai pengorganisir komunikasi yang efektif. Pembagian pupuk kurang lancar karena tidak ada fasilitas kredit (misalnya KUD) yang dapat mendorong penggunaan pupuk yang lebih banyak dan sebagainya.

3. Distribusi yang Tidak Baik

Tidak adanya sistem distribusi yang baik, misalnya tidak adanya cold storage atau transportasi yang baik, pengawasan pasar dan sebagainya akan menghalangi hasil panen yang maksimum. Dengan tidak tersedianya alat-alat untuk membawa hasil panen ke pasar dan tidak diketahuina keadaan pasar atau teknik pemasaran, maka panen akan kekurangan permintaan. Di San Yuan (Puerto Rico) orang-orang tidak dapat membeli (makan) buah nanas, padahal 10 mil dari kota itu nanas sampai di buang-buang. Para transmigran di luar Jawa banyak yang tidak dapat menjual hasil panenan, karena kurangnya prasarana jalan. Akibatnya tanah-tanah pertanian di luar Jawa kurang efektif pemanfaatannya.

4. Bentuk Pasar yang Tidak Tepat

Bentuk organisasi pasar dapat juga mempengaruhi penggunaan sumber-sumber alam. Adanya monopoli dan peraturan-peraturan pemerintah misalnya lokal yang menggunakan bahan-bahan mentah dalam negeri. Di India misalnya ketika di bawah pengaturan pemerintah Inggris, pernah ada pembatasan untuk mendirikan perusahaan pengolahan yute lokal. Yute itu harus diekspor, meskipun konsumsi konsumsi akhir yang berupa karung adalah di India sendiri. Sebaliknya dalam hal tertentu, harapan-harapan untuk memegang monopoli akan medorong timbulnya usaha yang memegang monopoli akan meliputi perluasan sumber-sumber alam dan penemuan sumber-sumber baru. Mungkin ini akan menimbulkan inovasi dan lebih mengintensifkan penggunaan sumber alam yang tersedia.

5. Perubahan-perubahan Biaya

Satu hal menghalangi penggunaan sumber alam yang lebih baik adalah adanya perubahan-perubahan dalam biaya. Misalnya eksplotasi pada waktu yang lalu telah dapat menghasilkan keadaan yang baik bagi suatu negara, katakanlah telah dapat mengadakan spesialisasi di bidang hasil tertentu. Hal-hal semacam ini akan menghalangi penggunaan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan barang-barang baru karena harus merubah macam-macam hal lain.

Misalnya di negara yang perekonomiannya terutama bekerja untuk ekspor, di mana transportasi berjalan antara perkebunan dan pertambangan langsung ke pelabuhan tanpa adanya distribusi atau transpor ke daerah lain. Kalau demikian adanya maka ini akan menyebabkan dibutuhkannya fleksibilitas dalam penggunaan sumber-sumber yang ada yang mungkin justru akan memberatkan biaya-biaya.

Bagi negara-negara yang perekonomiannya belum maju, usaha untuk menspesialisasikan penggunaan sumber-sumber alam akan berakibat semakin kurang fleksibel dan semakin kurang komplementer dalam penggunaannya. Pada umumnya setiap sumber alam yang ditemukan dapat dieksploitir secara ekonomis asal saja biaya-biaya menggali dan sebagainya itu diharapkan dapat terbayar.

Biaya ini tidak saja mencakup biaya-biaya variabel tetapi juga biaya tetap yang merupakan biaya-biaya yang besar. Akhirnya kebanyak bahanbahan mineral (tambang) mempunyai nilai yang rendah semasih belum diapaapakan karena sebelum dapat dijual, bahan-bahan ini harus diproses terlebih dahulu.

Instalasi-instalasi untuk pengolahan ini sudah tenu sangat mahal, membutuhkan kapital yang banyak dan merupakan produksi jangka panjang. Kelanjutan serta kelancaran persediaan bahan mentah dapat berjalan dan menguntungkan bila ada pasar yang mampu untuk menampung hasil-hasil itu secara terus-menerus; sudah tentu tidak cukup dengan pasar dalam negeri saja, tetapi juga pasar luar negeri.

6. Ketergantungan pada Ekspor

Bagi negara-negara sedang berkembang pada umumnya, perbandingan antara ekspor dan pendapatan nasional adalah tinggi. Pembelajaran dan penerimaan pemerintah sebagian besar terbesar tergantung pada ekspor. Sebenarnya di negara-negara yang telah maju perekonomiannya seperti Swedia, Denmark, Belanda, Amerika Serikat dan sebagainya perekonomiannya malahan lebih tergantung pada eksport.

Hanya saja bedanya, negara-negara yang telah maju ini dapat menghasilkan macam-macam bahan ekspor, sedangkan negara-negara yang masih sedang berkembang bahan eksportnya hanya satu atau dua macam saja, sehingga bila ada kegoncangan harga mengenai bahan tersebut di pasar dunia, maka perekonomian dalam negeri akan mulai terasa goncang pula. Oleh karena itu usaha-usaha pemerintah negera-negara sedang berkembang ini ialah di samping memperbanyak jumlah ekspor juga penting memperbanyak macam barang ekspor. Sehingga kalau ada kegoncangan pada bahan yang satu dapat distabilkan dengan bahan yang lainnya.

Dengan demikian perekonomian dalam negeri tidak banyak terpengaruh. Ini disebut usaha diverifikasi ekspor. Jadi sebenarnya bukan sifat berorientasi ke perdagangan luar negeri dari negara-negara yang sedang berkembang itu yang selalu mengganggu keadaan perekonomian dalam negeri, tetapi karena relatif tidak fleksibelnya perekenomian dalam menyesuaiakan diri terhadap perubahan dalam pasar dunia dan juga karena kurangnya macam hasil barang yang diekspor. Karena itu harus diusahakan pula disamping menambah banyaknya sumber alam juga menambah macam sumber alam yang dimiliki, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan ekspor.

Mengenai perekonomian ekspor Afrika Barat, Asia Tenggara dan Amerika Latin sekarang ini bukan disebabkan semata-mata karena adanya spesialisasi internasional, tetapi juga karena perekonomian internasional, struktur sosial dari negara anggota-anggotanya serta kekuatan kolonial memelihara keadaan ini atau sebagai akibat dari penjajahan yang hanya mementingkan negara induknya saja di mana negara yang dijajah ini antara lain telah digunakan sebagai sumber bahan-bahan mentah.

Didalam rangka memperbanyak macam dan jumlah sumber-sumber alam ini dibutuhkan kapital dan keahlian. Kekurangan akan faktor ini dapat diatasi misalnya dengan meminjam atau mendatangkannya dari luar negeri, tetapi toh ini tidak gampang karena adanya faktor-faktor politik, bahasanya dan sebagainya.

Leave a Reply