Keterbatasan Sumberdaya Alam

Sumber daya alam yang keadaannya terbatas baik Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources). Sumber daya alam yang dapat diperbaharui setiap saat diusahakan manusia untuk selalu dapat mendukung kehidupan, walaupun menurun masih tetap dapat terus menghasilkan, tetapi pada suatu saat akan mencapai titik maksimum sehingga keadaannya tidak dapat diperbaiki lagi.

Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui umumnya terdapat di dalam bumi yang terbentuk selama beberapa juta tahun yang lalu, dan sekarang ini digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan hidup manusia, walaupun penggunaannya hanya sekali saja, apabila persediaannya di suatu tempat habis maka akan habis selamanya, sehingga harus mencari atau membelinya ke tempat lain yang masih memiliki persediaan.

Dengan demikian, persediaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui keadaannya serba terbatas dan tersebar tidak merata di berbagai tempat atau wilayah, sehingga terdapat wilayah yang memiliki sumber daya alam tertentu tetapi tidak memiliki sumber daya yang lain, atau suatu wilayah memiliki banyak sumber daya alam tetapi masing-masing jumlahnya terbatas.

Misalnya: Saudi Arabia kaya dengan sumber minyak bumi, tetapi tidak memiliki sumber daya alam yang lain; Nauru kaya dengan fosfat tetapi tidak memiliki sumber daya alam lain; Indonesia banyak memiliki sumber daya alam, tetapi masing-masing cadangan di dalam bumi jumlahnya terbatas.

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui keberadaannya untuk terus dapat dimanfaatkan tergantung pada kearifan manusia sendiri untuk mengelolanya, apabila dimanfaatkan secara sembrono dan merusak lingkungan tempat sumber daya alam tersebut, maka bukannya dapat diperbaharui malahan kehancuran yang akan didapatkan. Karena itu, jangan lupa bahwa alam memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembalikannya, tergantung pada manusia untuk melestarikan alam dan lingkungannya.

Keterbatasan sumber daya alam yang dapat diperbaharui berdasarkan lokasi geografis menjadikan sebagai ciri dari wilayah yang bersangkutan, antara lain:

1. Kayu dan Rotan

Pulau-pulau penghasil kayu dan rotan terbesar berasal dari Kalimantan, Sumatera dan Papua, tetapi terdapat kayu yang menjadi ciri suatu wilayah, yaitu kayu eboni dari sulawersi; kayu cendana dari NTT, kayu besi (ulin) dari Kalimantan Timur. Kayu yang menjadi ciri wilayah tersebut tidak dikembangkan di daerah lain, menyebabkan hanya dari wilayah bersangkutanlah kayu tersebut berasal. Kebutuhan kayu untuk bahan bangunan, meubel, atau untuk peralatan lainnya tidak semuanya diperoleh oleh suatu wilayah, karena adanya keterbatasan kayu yang dimiliki oleh wilayah bersangkutan.

2. Sagu

Pohon sagu banyak terdapat di kepulauan Maluku dan Papua, sehingga sagu menjadi bahan makanan pokok penduduk di wilayah tersebut. Pohon sagu bukan berarti di wilayah atau pulau-pulau lainnya tidak ada tetapi hanya di Maluku dan Papua yang memiliki kebudayaan mengolah sagu, sehingga sagu menjadi ciri dari bahan makanan dari Maluku dan Papua.

3. Buah-buahan

Buah-buahan dapat menjadi ciri suatu wilayah, seperti jeruk bali, jeruk pontianak, marquisa dari Brastagi Sumatera Utara, kopi lampung, dukuh Palembang, dan lain-lain. Banyak juga buah-buahan menjadi ciri lokal seperti di Jawa Barat nanas dan rambutan dari Subang, kesemek dari Cikajang Garut, buah pala untuk manisan dari Sukabumi, mangga dari Indramayu, dan lain-lain.

4. Rempah-rempah

Rempah-rempah berfungsi sebagai bumbu dapur, banyak diusahakan dari berbagai wilayah, tetapi terbanyak dari Maluku, seperti biji pala, sedangkan lada putih banyak dihasilkan dari Lampung. Sejak jaman dahulu di awal kolonialisme bangsa-bangsa Eropa datang ke kepulauan kita, karena rempah-rempah yang saat itu diperlukan di Eropa, seperti bangsa Portugis, Belanda, dan Inggris.

5. Tembakau

Tembakau banyak di usahakan di Jawa Tengah bagian selatan, Yogyakarta, dan Jawa Timur termasuk Madura, jenis tembakau yang ditanam banyak digunakan sebagai bahan baku rokok kretek. Sedangkan yang ditanam di Deli digunakan sebagai bahan baku cerutu. 6. Cengkeh Cengkeh banyak dimanfaatkan, sebagai campuran rokok kretek, minyak hasil penyulingan untuk obat gigi, cengkehnya dapat digunakan untuk bumbu membuat masakan atau kue. Tanaman cengkeh banyak di tanam di Minahasa Sulawesi Utara.

7. Kelapa dan Kelapa Sawit

Kelapa tumbuh di semua wilayah di Indonesia, tetapi hanya di manfaatkan untuk kepentingan wilayah bersangkutan, sedangkan yang diekspor dalam bentuk kopra banyak diusahakan di Sulawesi dan Maluku. Kelapa sawit ditanam sebagai tanaman perkebunan sebagai bahan baku minya goreng diusahakan di berbagai wilayah di Sumatera untuk dijadikan CPO (crude palm oil) atau bahan setengah jadi untuk minyak goreng.

8. Garam

Pulau-pulau Indonesia dikelilingi oleh laut, tetapi tidak semua pantai dapat dijadikan pembuatan garam, karena harus memenuhi syaratsyarat tertentu untuk dapat diusahakan menjadi tambak garam yaitu kadar garam yang tinggi dan adanya budaya untuk pembuatan garam.

Adapun syarat diusahakannya tambak garam sebagai berikut:

(1) tidak terdapat sungai yang bermuara ke laut;
(2) kurangnya curah hujan;
(3) pemanasan sinar matahari yang kuat;
(4) musim kemarau lebih panjang dari musim penghujan; dan
(5) tidak terdapat arus laut menuju wilayah tersebut.

Apabila syarat tersebut terpenuhi, maka di wilayah pantai bersangkutan dapat dijadikan tambak garam. Penduduk yang banyak memiliki budaya pembuatan garam yaitu di Madura.

9. Beras

Penduduk Indonesia di Pedesaan banyak memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan padi sebagai tanaman pokok, tetapi produksi beras nasional setiap tahun tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia, sehingga harus mengimpornya dari negara lain, terutama dari negara-negara yang berada di Asia Tenggara seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand. Wilayah di Indonesia sebagai penghasil beras terbesar yaitu dari P. Jawa dan Lampung. Walaupun demikian, di Jawa Barat terdapat pusat-pusat beras dengan kualitas baik yang merupakan ciri dari wilayah bersangkutan seperti beras Sumedang dengan nama beras jembar dan beras Cianjur dengan nama beras pandanwangi, hanya sayangnya beras ini tidak dikembangkan di daerah lain karena berumur panjang dan hasilnya di bawah IR pada satuan luas lahan yang sama.

10. Perikanan

Ikan di Indonesia jumlahnya melimpah tetapi hanya terkonsentrasi di berbagai tempat, misalnya untuk pusat perikanan laut di Bagan siapi-api pantai Timur Sumatera, pelabuhan perikanan samudera di Cilacap. Sedangkan perikanan air tawar di setiap daerah memiliki kolam ikan baik kolam empang ataupun kolam air deras, tetapi di Jawa Barat ikan ditanam pada jaring terapung di waduk Jatiluhur, waduk Cirata, dan Waduk Saguling.

11. Sapi

Sapi banyak diusahakan di Bali dan NTT, menyebabkan di wilayah sapi menjadi lambang status sosial dan menjadi pemasok kebutuhan sapi bagi wilayah-wilayah lain. Tetapi jumlah daging yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia setiap tahun tidak sebanding dengan jumlah sapi yang dihasilkan di wilayah tersebut, sehingga Indonesia banyak mengimpor sampai dari Australia.

Leave a Reply