Keuntungan Dari Keragaman Budaya

Keuntungan Dari Keragaman Budaya

Keberagamanan budaya masyarakat Indonesia juga memberi keuntungan, yang sekaligus dapat mendukung terhindarnya konflik diantara suku-suku bangsa. Hal yang menguntungkan itu adalah terjadinya apa yang dinamakan dengan cross cutting affiliations.

Cross Cutting Affiliations adalah suatu kondisi dimana terjadinya saling silang diantara anggota masyarakat dalam kelompok sosial. Jadi dengan adanya perbedaan suku bangsa tidak berarti otomatis agama atau status sosialnya juga berbeda. Contoh orang yang memeluk agama Islam itu adalah orang dari suku Sunda, suku Jawa, suku Batak, Bugis, Manado dan sebagainya.

Meskipun mereka berasal dari berbagai suku bangsa yang berbeda tetapi dapat berkumpul bersama dan diikat bersama dalam suatu ikatan organisasi, instansi atau departemen tertentu. Suatu kondisi adanya persilangan dan tumpang tindih keanggotaan masyarakat dalam suatu organisasi itu melahirkan apa yang disebut dengan cross cutting loyalities, yaitu adanya persatuan saling memiliki dan rasa tanggung jawab yang mengikat terhadap tempat atau wadah keanggotannya.

Misalnya mereka dari suku Batak, Jawa, Sulawesi atau Sunda, maka apabila beragama Kristen mereka akan merasa memiliki Kristen, akan merasa bersaudara dengan orang Kristen lainnya walaupun berasal dari suku bangsa yang berbeda. Namun mereka tetap masih memiliki loyalitas pada suku bangsanya. Jadi, akan terdapat loyalitas ganda atau bahkan lebih. Misalnya ia berasal dari suku batak beragama Kristen, kemudian bekerja sebagai pengusaha juga sekaligus sebagai anggota DPR serta anggota organisasi lainnya.

Cross cutting affiliations mengakibatkan lahirnya cross cutting loyalitas yang akan meredakan konflik bahkan dapat digunakan sebagai penyeimbang untuk tidak terjadinya konflik yang tajam diantara suku bangsa. Misalnya apabila terjadi konflik antar suku bangsa dapat diredam oleh keanggotaan yang saling silang. Hal inilah yang menyebabkan keragaman masyarakat Indonesia menjadi suatu mayarakat yang tetap stabil.

Kenyataannya, dalam berbagai kasus suatu masyarakat yang beragam budayanya hancur berantakan oleh masyarakat itu sendiri, yaitu ketika mereka tetap memelihara konflik-konflik yang terjadi. Demikian juga sebaliknya suatu masyarakat yang beragam akan tetap stabil oleh masyarakat itu sendiri, yaitu dengan menghilangkan jauh-jauh potensi-potensi yang dapat membuat disintegrasi masyarakat. Dengan kata lain memperkecil perbedaan yang ada dan memperbesar persamaan yang ada. Bukan sebaliknya memperbesar atau menonjolkan perbedaan dan melupakan persamaan yang ada.

Leave a Reply